Posted by sonirajatega in Band, Event, Gigs, Indonesia, Metal, Music, Report.
Tags: Burgerkill, Deadsquad, Hammersonic, Nile, Suffocation
Akhirnya hari itu datang juga. . .28 April 2012 menjadi hari sakral bagi para metalhead Indonesia. Bertempat di Lapangan D Senayan, sebuah event metal festival (yang konon) terbesar se-Asia Tenggara digelar. . .and this is it: Hammersonic Jakarta International Metal Festival. hell yeaaah \m/. . .Actualy open gate jam 10 pagi, tapi saya datang telat (pisan…). Jam 4 sore baru sampe Senayan berengkot bareng temen kantor saya Hanung yang lagi merintis karir jadi metalhead.

Hammersonic Jakarta International Metal Fest *photo by @_hanung
Ternyata tidak hanya event Hammersonicfest aja yang berlangsung di Senayan hari itu. . .masih ada 2 event lagi, yaitu Seconhand Serenade Live in Concert dan Inacraft 2012, alhasil pintu masuk Senayan pun jadi macet poll karena dijejali berbagai tipe manusia. . .sampe venue Hammersonic masih dibikin puyeng sama ticket box yang nyumput, hal ini dikarenakan saya belum pegang tiket jadi terpaksa beli tiket on the spot. . .apes moment still continues setelah beberapa hari sebelumnya gagal dapet tiket presale karena udah di-close panitia sebelum jatuh tempo. . .Zzzzzzz
Venue pun berhasil ditembus, dua panggung besar Hammer Stage dan Sonic Stage sudah menyambut. . .tanpa ba bi bu Seringai langsung menghajar di Sonic Stage, band metal dengan sentuhan southern rock dengan pentolan Arian13 ini sukses memanaskan moshpit area yang dijejali metalhead dengan track opening ‘Dilarang di bandung’. Setelah dibakar oleh Seringai, massa bergerak ke Hammer Stage, disana band industrial dari Bandung Koil sudah menunggu. . .Otong Cs hanya menyuguhkan 3 lagu aja, menurut kabar burung, mereka kecewa dengan kualitas sound yang buruk di Hammer Stage. . .Koil turun panggung hari pun mulai gelap, break maghrib dulu brad.

Koil at Hammersonic Jakarta International Metal Fest *photo by @_hanung
Setelah break maghrib venue kembali dipenuhi metalhead. . .kali ini Dreamer, band metal lokal dengan sentuhan gothic menghantam. Sentuhan Rika (ex KDI…) sebagai vokalis menambah kental aura gothicnya, mengingatkan saya pada Nightwish, Within Temptation dan band gothic eropa lainnya. Chthonic band metal asal Taiwan kemudian membakar Hammer Stage. . .sempet underestimated dengan band metal asia pasifik ini, tapi perform apik Chthonic menjawab otak skeptis saya. . .terutama Doris the hotest babe bassist menjadi penawar dahaga ribuan metalhead yang 99,999% didominasi kaum adam. . .buat saya, dominasi inilah salah satu poin negatif dateng ke gigs metal
.

Doris ‘Chthonic’ at Hammersonic *photo from kaskus.us
Massa kembali digiring lagi ke Sonic Stage. . .kali ini giliran band metal lokal gaek SuckerHead membakar stage, salut buat Om Krishna dkk walopun udah gaek tapi tetep gahar. Hampir tanpa jeda, Hammer Stage menyuguhkan D.R.I band trash metal yang cukup senior asal AS menghantam, crowd circle pit pun menggila mengikuti speed blast ala trash metal. . .ngebut abiiisss.
Burgerkill. . .yeaaahh, inilah salah satu perform yang paling saya tunggu digelaran ini. . . The Smokin Metal Engine paling berbahaya asal Bandung bertugas membombardir Sonic Stage, ‘Atur Aku’ dijadikan opening dan wall of death pun sukses membelah crowd moshpit area. . .Gahaaarrr. Namun gangguan sound yang edan eling sedikit mengganggu, sound yang sering down dan tidak balan menjadikan duet gitar Eben-Agung kurang nendang Harmonisnya. Selesei dibakar Burgerkill, pindah ke Hammer Stage, Psycroptic band death metal asal Australia kembali menghantam telinga metalhead malam itu, tapi kali ini saya tarik nafas dulu rebahan dibelakang. . .energinya udah makin tipis euy, perlu di-recharge.

Burgerkill at Hammersonic *photo from fb: burgerkill official
Ritual recharge selesai. . .Deadsquad band technical death metal siap memanjakan telinga metalhead di Sonic Stage, minus Choki yang berhalangan hadir karena lagi casting untuk sebuah film dan problem sound yang ‘tak kunjung usai’ terus menghantui telinga. . .tapi penampilan Deadsquad malam itu tetap brutaaalll. . .Segan. Nile prepare buat act selanjutnya di Hammer Stage, tapi tampaknya ada sedikit trouble dengan sound (lagi…), sehingga makan waktu banyak buat check sound. . .menurut selentingan kru Nile sampe ‘ngamuk’ ke mixer operator diseberang stage karena problem sound ini. . .hadaaaaahhh! Skip. . .cape bahas sound yang ga jelek sih, tapi kurang bagus aja. Malam itu Nile tetep impresif, terutama penampilan George Kollias sang Drummer yang hantaman double pedalnya serupa suara muntahan amunisi AK-47. . .Horror.
Suffocation jadi pemuncak acara malam itu. . .Pionir brutal death metal asal New York, AS, ini untuk kedua kalinya tampil di Jakarta sejak 2007 silam. mereka menyerang dengan agresif di Sonic Stage tengah malam itu, namun saya liat perform mereka hanya 3 lagu saja dan langsung keluar venue balik kanan pulang, selain karena fisik udah drop juga untuk menghindari crowded puluhan ribu manusia rame-rame keluar Senayan. . .pasti muaceeettt poll lagi.

Suffocation at Hammersonic *photo from dapurletter.com
Masih banyak band keren perform dari pagi sampe sore yang tidak dapat sempat saya liat penampilannya, seperti Straightout, Dead Vertical, Massacre Conspiracy (Malaysia), Down For Life, Noxa, Impiety (Singapura), Death Vomit, and many more.
Mudah-mudahan kasus sound edan eling jadi concern panitia dikemudian hari. . .untuk kebaikan sebuah metal fest internasional, karena event seperti ini membawa nama baik Indonesia dimata internasional, terutama dalam scene metal. Diluar konteks sound, overall saya cukup puas cukup dengan nebus tiket 200ribu rupiah kita bisa liat perform band yang sangar-sangar dan jadi juga saksi sejarah sebuah metal festival internasional Hammersonic. . .all hail metal \m/
*sumpah Doris ‘Chthonic’ the hotest babe at Hammersonic
Like this:
Be the first to like this post.
Posted by sonirajatega in Blogging, ideologi.
Tags: anarki, anarkis, anarkisme, punk
Lihat dari judulnya pasti ngira ini sebuah artikel yang berat, keluar dari berat atau tidaknya . . . hal pertama yang harus digarisbawahi adalah: tulisan ini tidak penting sama sekali . . . sama ga pentingnya dengan semua artikel yang pernah saya tulis diblog ini. terutama dalam case ini saya bukan seorang enthusiast kompeten yang dapat menjelaskan apa itu Anarki, cuma mencoba nulis sedikit pencerahan aja. Ah sudah lah…aturan blog aing kumaha aing kayanya masih berlaku sampai hari ini . . . let’s raaawwkkk, hell yeaahhh \m/
\m/.

Lanjuuuttt….akhir-akhir ini penggunaan istilah ‘Anarki’ semakin sering kita baca dan dengar baik dimedia cetak atau elektornik, yg saya tangkap dari pemakaian kata Anarki itu adalah untuk menggambarkan sebuah tindak kekarasan, pengrusakan, penghancuran, brutal, kriminal, dan konotasi negatif lainnya. Demo mahasisawa menolak kenaikan harga BBM dan melawan aparat digambarkan sebuah tindakan anarkis, geng motor melakukan terror dimasyarakat dicap tindakan anarkis, sampai tindakan ormas yang “menciptakan neraka di dunia dengan mengharapkan surga di akhirat” juga dilabeli ormas anarkis dan tindakan-tindakan horror lainnya yang biasanya jadi sasaran empuk untuk dipublikasikan oleh media mainstream.

Menurut saya terjadi salah kaprah dalam penggunaan istilah Anarki ini, karena yang saya tau selama ini Anarki itu adalah sebuah paham ideologi sistem sosial masyarakat tanpa negara/pemerintahan.
“Anarkisme adalah suatu paham yang mempercayai bahwa segala bentuk negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karena itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan/dihancurkan” (source: wikipedia indonesia)
Seorang Anarkis meyakini pada dasarnya setiap manusia itu terlahir secara bebas, sehingga tidak ada yang memerintah dan diperintah, menguasai dan dikuasai, mengepalai dan dikepalai, mengendalikan dan dikendalikan, memperbudak dan diperbudak, dan lain sebagainya.
Memang pada awal sejarahnya kelompok Anarkis ini melakukan perlawan dengan kekerasan terhadap sebuah sistem pemerintahan sebagai metode untuk memperjuangkan ideologinya. Hal itulah yang dijadikan senjata oleh para kontra Anarkis untuk mencitrakan jika Anarkisme itu identik dengan kekerasan. Doktrin yang sama juga dilakukan terhadap paham Komunisme yang dilabeli anti agama, pembunuh, horror dan sadis . . . sebuah idiot brainwash pada jaman orde baru yang dilakukan oleh negara-negara kapitalis pada negara yang mempunyai sejarah yang salah seperti Indonesia ini.

Pemikiran radikal Anarkis sampai saat ini masih ada. Salah satu contohnya adalah ideologi Punk yang menjadikan Anarkis sebagai paham untuk melawan segala bentuk kemapanan, terutama dalam industri musik . . . Punk mengibarkan semangat DIY (Do It Yourself) dengan melakukan segala sesuatunya dengan mandiri tanpa tergantung pada label mainstream yang cenderung mengekang kebebasan dalam bermusik.
Sudah saatnya kita tidak lagi menggunakan istilah Anarkis untuk menggambarkan tindak kekerasan, karena esensinya yang melenceng dari arti Anarkis itu sendiri. Menurut saya, Vandal/Vandalisme adalah istilah yg lebih cocok untuk menggambarkan tindakan yang berhubungan dengan kekarasan, pengrusakan, penghancuran dan tindakan negatif lainnya. Apalagi media massa sebagai sumber informasi masyarakat luas sudah seharusnya menyampaikan bahasa informasi yang valid, bukan malah ikut kampanye idiot brainwash seperti para kapitalis . . . atau emang media massa itu bagian dari mereka? Teuing lah
*tuh kan saya bilang juga ga penting
Like this:
Be the first to like this post.
Posted by sonirajatega in Event, Report, Seni dan Budaya, Sukabumi.
Tags: BumiKreatif, Forum Komunikasi Keluarga Sukabumi, Fotokami, Kaskus Regional Sukabumi, Sadinten di Sukabumi, Soekaboemi Heritages, SukabumiToday.Com
Kamis malam, tanggal 22 Maret 2012 berangkat pulang kampung ke Sukabumi dalam rangka libur tanggal merah ditambah ritual ngabisin cuti tahunan yang nyisa 3 hari lagi, yihaaaa. Wah, kebayang bakal jadi hari yg panjang nih di kampung halaman. Beberapa hari sebelumnya mang Mbut salah satu teman di Kaskus Regional Sukabumi nge-chat via Pesbuk nawarin jadi panitia “Sadinten di Sukabumi“, event yang digagas oleh FOKUS (Forum Komunikasi Keluarga Sukabumi) yang merupakan sebuah wadah silaturahmi bagi warga Sukabumi dan telah berdiri sejak akhir tahun 80′an, salah satu komunitas tertua di Sukabumi…wuiiih pasti anggotanya sesepuh Sukabumi nih.

Sadinten di Sukabumi
Singkat cerita, Sabtu tanggal 24 Maret 2012 saya langsung merapat ke TKP yang bertempat di Auditorium BBAT Sukabumi tanpa sebelumnya ikut briefing/gladiresik panitia dulu…hehehe. Datang agak telat sekitar pukul 10 pagi (saya yakin itu masih pagi…) langsung didaulat jadi panitia tanpa tau jobdesnya apaan, yasudah lah nametag dan iket sebagai aksesoris panitia pun disematkan
.

Seni Tari Jaipong
Sebenarnya apa aja sih isi dari event Sadinten di Sukabumi ini? ekspektasi awal saya, ini event bakal garing secara yang ngumpul sesepuh semuanya, tapi dugaan saya salah…ternyata acaranya cihuy banget bray. Dimulai dari serah terima jabatan kepengurusan anggota FOKUS, sosialisasi bebagai komunitas di Sukabumi, seperti Soekaboemi Heritages, Kaskus Regional Sukabumi, Fotografer Sukabumi (Fotokami), BumiKreatif dan SukabumiToday.Com. Pertunjukan berbagai kesenian dan kebudayaan sunda menjadi suguhan selanjutnya, mulai dari seni tari Jaipong, udah lama juga ni ga liat Jaipong…ada juga seni Dogdog Lojor, juga ada kesenian Debus, untuk yang ini saya ga berani liat lama-lama…Horror. Selanjutnya ada Laes sebuah kesenian akrobatik diatas tali tambang yang diikat pada dua bambu menjulang tinggi ke udara…seumur hidup baru liat pertama kali nih aksi Laes ini. Untuk menghibur tamu undangan juga dihadirkan sebuah perform dari Captain Band…lagu yang dibawain juga cukup beragam dari lagu Nostalgia, Top40, Latin, sampe lagu Dangdut…Assooyyy.

Laes, foto: dedisuhendra.com
Selain kesenian dan kebudayaan sunda juga ada berbagai stand oleh-oleh khas Sukabumi dan stand kuliner untuk menjamu para tamu undangan (termasuk panitia tentunya…) dengan menu berbagai macam kuliner khas sunda terutama Sukabumi. Ada Gecho, Laksa, Soto Mie, Es Pala, Es Cingcau, Bubur Sumsum, Seupan hui, Seupan Cau, Rujak Petis dan kuliner-kuliner tradisonal lainnya. kalo buat saya ‘membumihanguskan kuliner‘ ini yang jadi puncak acaranya…maklum dah lama juga ga ketemu kuliner-kuliner macam gitu, jadinya ya kaya orang kesetanan ngahajar makanan membabi-buta…gerus terus sampe mampus…Hahahaha.

Stand kuliner Sadinten di Sukabumi, foto: dedisuhendra.com
Sekitar pukul 4 sore acara pun ditutup, para tamu undangan mulai beranjak pulang sedangkan panitia sibuk beberes. Secara pribadi saya seneng bisa terlibat acara seni budaya seperti event ‘Sadinten di Sukabumi‘ ini, mudah-mudahan event seperti ini dapat terus berlangsung dengan harapan bisa melestarikan Kesenian, Kebudayaan dan Kuliner Sunda, lebih spesifiknya event seperti ini diharapkan menjadi wadah yang cukup efektif untuk mempererat tali silaturahmi Keluarga dan Komunitas-komunitas Sukabumi tanpa meninggalkan nilai seni dan budaya Sunda sebagai identitas warga Sukabumi.
*telaaaattt posting
Like this:
Be the first to like this post.
Posted by sonirajatega in Band, Indonesia, Metal, Music.
Tags: August Burns Red, David Clapper, Indonesia

Mungkin kita sedikit asing ketika pertama denger nama August Burns Red…jenis kuliner macam apa itu? apakah si Agus dibakar nyampe gosong gitu…ah asa teu mungkin, terus apaan dong? Oke, saya bakal bahas dikit makhluk macam apa itu August Burns Red dan jangan tanya kenapa bahasnya cuma dikit, karena saya juga taunya ga banyak
.
August Burns Red (ABR) adalah salah satu band metalcore paporit saya nih, pertama dengerin jaman kuliah dulu (ketauan deh udah ga muda lagi) dan harusnya sih hal ini dishare dari jaman dulu (maklum dulu saya belom go-blog). Oke…balik lagi, ABR berasal dari kota Lancaster, Pennsylvania, Amerika serikat, terbentuk sekitar tahun 2003 dengan formasi saat ini Jake Luhrs (Vocal), JB Brubaker (Guitar), Brent Rambler (Guitar), Dustin Davidson (Bass), Matt Greiner (Drums) dan udah mengeluarkan 4 album, Thrill Seeker (2005), Messengers (2007), Constellations (2009), Leveler (2011).

August Burns Red
Terus, hubungannya ma Indonesia apa? hubungannya baik-baik aja bray
. Serius ah…jadi gini, ABR ngasih judul Indonesia pada salah satu track dalam album Constellations (2009). Yang jadi pertanyaan kok dikasih judul Indonesia? setelah gugling kesana kemari akhirnya nemuin sedikit pencerahan juga, ternyata track Indonesia itu dijadikan semacam dedicated untuk seorang pilot bernama David Clapper yg merupakan sahabat dari drummer ABR, Matt Greiner.
Mas David Craig Clapper (48 tahun) adalah seorang suami dan ayah dari 4 orang anak, dia bertugas sebagai pilot pesawat kecil yg sedang menjalankan misi kemanusiaan di pedalaman Papua, pada tahun 2008 dia mendapat tugas untuk membawa penduduk lokal yg sedang sakit untuk dibawa ke Rumah Sakit terdekat, naasnya saat itu ada badai menghantam yg mengakibatkan pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) jenis Pilatus PC-6 dengan nomor penerbangan PK-RCZ menabrak sebuah pohon dan jatuh di Gunung Teibu, kampung Ndundu, distrik Wori, kabupaten Tolikara, Papua dan David Clapper pun dinyatakan meninggal seketika. Kejadian itulah yg menginspirasi Matt Greiner dan teman-temannya di ABR untuk menciptakan lagu dengan judul Indonesia yg didedikasikan untuk sahabatnya David Clapper.

David Clapper (RIP)
Namun ada sedikit hal ‘aneh’ dalam penggalan lirik track Indonesia ini. Pada bagian “He sleeps in the mountains of Indonesia, And the white on his flag brings colors to shame” yg menurut terjemahan bebas ala gugel translet berarti “Dia istirahat dipegunungan di Indonesia, dan putih pada bendera itu menjadi warna yg memalukan” (cmiiw). Mungkin menurut ABR hal ini merujuk pada Pemerintah Indonesia yg kurang menghargai/perhatian terhadap pejuang kemanusiaan seperti David Clapper (cmiiw), jangankan ma bule dari negeri antah berantah…pejuang dari dalam negeri sendiri aja dicuekin kok Mas Greiner, mereka pada sibuk korupsi, sibuk berantem, terus rebutan pengen masuk tv biar keliatan keren (absurd).
Ya begitulah sedikit cerita dari track “Indonesia – August Burns Red” (sedikit tapi panjang ya…). So… benang merah yg saya tangkap dari track “Indonesia” ini adalah seseorang yg mengenang dan menghargai perjuangan sahabatnya yg meninggal dalam misi kemanusiaan yg dituangkan dalam sebuah karya dan hal itu sangat raaaawwwkkk sekali \m/.
Sejahtera Indonesiaku,
Salam.
*dari berbagai sumber
Like this:
Be the first to like this post.
Posted by sonirajatega in Blogging, Event, Fotografi, Gigs, Kaskus, Metal, Music.
Tags: August Burns Red, Hammersonic, Kaskuser Regional Sukabumi, The Black Dahlia Murder
Wow…akhirnya saya menyempatkan mampir lagi ke warung ini, setelah kurang lebih setahun yg lalu postingan pertama dipublish. Kalo diliat dari statistiknya sih ini warung cukup “produktif” juga ya, setahun sekali posting artikelnya, bukankah itu suatu hal yg sangat “jenius”. Tapi tak apa lah, toh ga ada yg protes juga (woi…siapa juga yg tau blog kampret model gini). Baiklah saya janji mulai hari ini mau rajin update ini blog.
Sebenarnya banyak moment keren buat bahan ngeblog yg saya lewatin setahun kebelakang, tapi ya itu nafsu buat nulisnya yg ga ngumpul-ngumpul, jadi ya gitu deh moment-nya lewat gitu aja, sedikit nyesel juga sih. seperti kata pepatah “penyesalan itu selalu datang belakangan” seperti polisi india yg datang setelah Amitabh Bachan menendang b*kong musuhnya sampe terbang atau kaya saya yg dengan cool-nya setiap hari masuk kantor jam 9 (itu mah males tong…). Tapi ya sudahlah ga usah terlalu dipikirin juga, iya ngga?.

Donor Darah Kaskuser Regional Sukabumi
Back to the topic (macam betul aja ada topiknya). Ada beberapa moment dan gigs keren setahun kemaren, buat moment sehari-hari yg harusnya berbekas saya akuin memory ini terlalu lemah untuk mengingat suatu kejadian keren (dan tragis tentunya). kalo gigs dan kegiatan komunitas ada beberapa yg masih saya ingat, mulai dari kegiatan komunitas seperti Baksos & Nonbar KOPET, Gathering-gathering Kaskuser Regional Sukabumi, Donor Darah Kaskuser Regional Sukabumi, Lomba Fotografi CapGoMeh di Sukabumi dan yg lainnya. Sementara gigs yg saya datengin antara lain beberapa gigs Underground di Bulungan (lupa lagi nama gigs-nya), Bandung Berisik V 2011, The Black Dahlia Murder Ritual World Tour 2012, JavaJazz Festival 2012 (lucky you…) and many more. Tuh kan lumayan banyak buat bahan blog, tapi ya itu tadi males buat nulis review-nya, kalo mau ditulis sekarang juga udah basi juga bray.
Bener kata orang buat nulis tuh emang butuh energi lebih, kalo saya sih jangankan buat nulis panjang lebar kaya gini, buat nulis status diPesbuk aja ga serajin orang laen, walopun passion-nya beda antara ngeblog sama apdet setatus pesbuk dan media sosial lainnya, tapi kan setidaknya ada niat buat nulisnya dulu.
Oke…beberapa bulan kedepan ada beberapa kegiatan dan gigs yg tampaknya bakalan saya datengin, mulai dari Ulang Tahun Kaskuser Regional Sukabumi yg ke-2…gimana nih panitia diundur mulu ni acara, kayanya sih ada beberapa “oknum” belum udunan (termasuk saya
) yg mengakibatkan dipendingnya acara, cuma bisa do’ain mudah-mudahan segera terlaksana ini acara (yg pasti ikut udunan jg dong kalo udah fix semuanya).

The Black Dahlia Murder @Ritual World Tour Jakarta 2012
Selanjutnya ada Hammersonic Jakarta International Metal Festival, yg berlangsung Sabtu, 28 Aprill 2012 dilapangan D Senayan, katanya sih ini gigs metal terbesar se-Asia Tenggara, jadi wajib hadir dong. Sebenernya sehari sebelumnya yaitu tanggal 27 April 2012 ada August Burns Red and Bless The Fall Live in Concert di Bulungan, tapi buat yg ini belum fix karena masalah tiket sama EO-nya masih simpang siur ga jelas walopun kedua band tersebut udah confirm mau main di Jakarta.
Kalo ga ada halangan yg berarti InsyaAllah saya bisa dateng dan bikin review dari acara-acara diatas. So…pantengin aja ya ni warung mudah-mudahan mitos “Satu Tahun…Satu Artikel” tidak terulang lagi
. See Yaaaa…
Semoga Berguna,
Salam
*ga kerasa nulis segini aja ngabisin waktu 3 jam lebih…huft!
Like this:
Be the first to like this post.