jump to navigation

Salah Arti Anarki 14 April 2012

Posted by sonirajatega in Blogging, ideologi.
Tags: , , ,
trackback

Lihat dari judulnya pasti ngira ini sebuah artikel yang berat, keluar dari berat atau tidaknya . . . hal pertama yang harus digarisbawahi adalah: tulisan ini tidak penting sama sekali . . . sama ga pentingnya dengan semua artikel yang pernah saya tulis diblog ini. terutama dalam case ini saya bukan seorang enthusiast kompeten yang dapat menjelaskan apa itu Anarki, cuma mencoba nulis sedikit pencerahan aja. Ah sudah lah…aturan blog aing kumaha aing kayanya masih berlaku sampai hari ini . . . let’s raaawwkkk, hell yeaahhh \m/:mrgreen: \m/.

Lanjuuuttt….akhir-akhir ini penggunaan istilah ‘Anarki’ semakin sering kita baca dan dengar baik dimedia cetak atau elektornik, yg saya tangkap dari pemakaian kata Anarki itu adalah untuk menggambarkan sebuah tindak kekarasan, pengrusakan, penghancuran, brutal, kriminal, dan konotasi negatif lainnya. Demo mahasisawa menolak kenaikan harga BBM dan melawan aparat digambarkan sebuah tindakan anarkis, geng motor melakukan terror dimasyarakat dicap tindakan anarkis, sampai tindakan ormas yang “menciptakan neraka di dunia dengan mengharapkan surga di akhirat” juga dilabeli ormas anarkis dan tindakan-tindakan horror lainnya yang biasanya jadi sasaran empuk untuk dipublikasikan oleh media mainstream.

Menurut saya terjadi salah kaprah dalam penggunaan istilah Anarki ini, karena yang saya tau selama ini Anarki itu adalah sebuah paham ideologi sistem sosial masyarakat tanpa negara/pemerintahan.

“Anarkisme adalah suatu paham yang mempercayai bahwa segala bentuk negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karena itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan/dihancurkan” (source: wikipedia indonesia)

Seorang Anarkis meyakini pada dasarnya setiap manusia itu terlahir secara bebas, sehingga tidak ada yang memerintah dan diperintah, menguasai dan dikuasai, mengepalai dan dikepalai, mengendalikan dan dikendalikan, memperbudak dan diperbudak, dan lain sebagainya.

Memang pada awal sejarahnya kelompok Anarkis ini melakukan perlawan dengan kekerasan terhadap sebuah sistem pemerintahan sebagai metode untuk memperjuangkan ideologinya. Hal itulah yang dijadikan senjata oleh para kontra Anarkis untuk mencitrakan jika Anarkisme itu identik dengan kekerasan. Doktrin yang sama juga dilakukan terhadap paham Komunisme yang dilabeli anti agama, pembunuh, horror dan sadis . . . sebuah idiot brainwash pada jaman orde baru yang dilakukan oleh negara-negara kapitalis pada negara yang mempunyai sejarah yang salah seperti Indonesia ini.

Pemikiran radikal Anarkis sampai saat ini masih ada. Salah satu contohnya adalah ideologi Punk yang menjadikan Anarkis sebagai paham untuk melawan segala bentuk kemapanan, terutama dalam industri musik . . . Punk mengibarkan semangat DIY (Do It Yourself) dengan melakukan segala sesuatunya dengan mandiri tanpa tergantung pada label mainstream yang cenderung mengekang kebebasan dalam bermusik.

Sudah saatnya kita tidak lagi menggunakan istilah Anarkis untuk menggambarkan tindak kekerasan, karena esensinya yang melenceng dari arti Anarkis itu sendiri. Menurut saya, Vandal/Vandalisme adalah istilah yg lebih cocok untuk menggambarkan tindakan yang berhubungan dengan kekarasan, pengrusakan, penghancuran dan tindakan negatif lainnya. Apalagi media massa sebagai sumber informasi masyarakat luas sudah seharusnya menyampaikan bahasa informasi yang valid, bukan malah ikut kampanye idiot brainwash seperti para kapitalis . . . atau emang media massa itu bagian dari mereka? Teuing lah:mrgreen:

*tuh kan saya bilang juga ga penting

Komentar»

1. Anonim - 25 Januari 2013

terima kasih telah memberi kami ilmu🙂

sonirajatega - 16 Februari 2013

saya cuma share aja gan🙂

2. Muhammad Fuad - 14 Februari 2014

pendidikan yang tidak di ajarkan sewaktu sd


Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: