jump to navigation

Rencana Berujung Wacana… 23 September 2012

Posted by sonirajatega in Band, Blogging.
trackback

Berawal pada medio 2009. Pertama kali saya menapaki kehidupan baru di Jakarta, bekerja pada salah satu perusahaan swasta. Tidak bisa tidak saya pun harus beradaptasi dengan lingkungan dan juga teman-teman yang baru. Rutinitas kerja berjalan standar seperti individu pekerja pada umumnya. Bangun pagi masuk kerja, sore pulang istirahat malam tidur, pagi bangun lagi. Buat saya hal seperti itu cuma aktivitas pengulangan, yang pada akhirnya tujuan dari semua aktivitas yang dilakukan saya sebagai manusia adalah hanya untuk bertahan hidup. Tidak lebih!

Lalu saya berpikir ada beberapa hal yang harus saya lakukan untuk mengimbangi rutinitas hidup sebagai pekerja, yang menurut saya sangat monoton (kehidupan saya sebelumnya tidak lebih baik juga sih…:mrgreen: ). Sampai pada satu titik saya meyakini musik lah yang dapat membunuh rutinitas menyebalkan sebagai pekerja, juga bisa menghentikan laju kemonotonan hidup . . . Musik? Ya, maen musik. Briliant!

my gear*alat tempur sisa perang

Sedikit mundur kebelakang. Saya terakhir kali aktif maen musik saat masih jadi pendekar kampus, tepatnya dikota Bandung sekitar Tahun 2006-2007. Waktu itu energi brutal masih berkobar. Lalu datanglah sesosok makhluk manis manja bernama Skripsi mengganggu keharmonisan hidup, alhasil segala aktivitas cihuy sebagai mahasiswa rantau termasuk aktivitas bermusik pun bubar seketika. Semenjak tragedi itulah saya hanya jadi penikmat musik saja, bukan pelaku . . . Pakyu Skripsi!

Lupakan Skripsi edan eling. . . kita kembali pada Tahun 2009 masa awal dimana saya jadi pekerja. Ditempat kerja yang baru, saya ketemu kolega baru yang memiliki selera musik kurang lebih sama dengan saya. Singkat cerita kita pun sepakat menciptakan mesin pembunuh kemonotonan hidup pekerja. Sebuah mesin pembunuh dalam bentuk band berbahaya yang pernah diciptakan oleh pekerja-pekerja hilang kendali hidup . . . Keraaasss.:mrgreen:

Materi lagu telah disepakati, kita bawain lagu orang aja biar gampang nyonteknya. Setelah semuanya oke, kemudian muncul masalah krusial . . . ternyata band pembunuh ini susah dapetin personel lengkap. Waktu itu kita cuma bertiga, saya maen Gitar, Kozex maen Bass dan Aki-aki from Cianjur pada posisi Drum. Kesana-kemari nyari personel buat ngisi posisi Gitar dan Vokal susah banget, yang jadi penyebab susahnya dapet personel karena kita mau personel dari internal kantor biar gampang ngatur waktunya. Alasan lainnya mungkin karena musik yang kita maenin cukup idealis, jadi gak semua pemusik dikantor sudi untuk gabung dengan band ningrat aristokrat ini . . . hohoho!

Sejak pertengahan 2009 band terbentuk dan langsung memutuskan untuk vakum (band macam apa ini…!!!), kita tidak pernah sekalipun masuk studio, dengan alasan kurang personel. Aktivitas band ini cuma ngulik dan bahas materi aja. Sampai muncul sebuah pameo ‘Rencana Berujung Wacana’ untuk band pembunuh ini, karena cuma strategi perang doang yang diterapin tapi tak kunjung bergerilya. Walaupun tujuan utama project beracun ini cuma buat have fun aja, tapi kita ini individu-individu dengan komitmen gaspoll.😎

*sekumpulan individu berbahaya LOL

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun dilalui . . . Zzzzz! Sampai akhirnya pada awal 2012 ada sedikit pencerahan. Saya paksa temen kantor yang bernama Hanung untuk jadi Vokalis. Sejatinya si Hanung ini seorang Drummer, selera musiknya pun sedikit berbeda, tapi peduli setan pokoknya harus mau jadi Vokalis👿 . . . Sedangkan diposisi Gitar ada Bebonx, masih temen sekantor juga. Masalah selera musik, si Bebonx masih nyambung lah dengan personel yang lain.

Formasi sudah komplit, band pembunuh akhirnya masuk studio juga setelah melewati masa resesi kurang lebih selama 3 Tahun. Dua materi awal didaulat jadi opening. Track milik As I Lay Dying – Through Struggle dan track milik Killswitch Engage – The End of Heartache. Selanjutnya ada track dari Seringai – Akselerasi Maksimum dan track milik Hatebreed – This Is Now melengkapi setlist distudio. Track Burgerkill dan beberapa track milik Killswitch Engage sedang dalam proses masuk setlist . . . hell yeah!!!

Finally . . . Saya dan teman-teman yang lain saat ini punya zat penawar kemonotonan rutinitas pekerjaan, sebuah mesin pembunuh pelepas energi negatif yang disebabkan oleh remeh-temeh urusan kantor. Berita baik lainnya, kita masih bisa memainkan musik yang kita suka ditengah kesibukan kerja dengan umur yang tidak lagi muda (ingat! bukan tua…). dan buat saya value dari dongeng tidak penting ini adalah: Rencana (tidak selalu) Berujung Wacana. #cheeersss

*skripsi itu memang menyebalkan…fakk!!!

Komentar»

1. Oji alias Zexx alias apalah pokonya - 23 September 2012

Sujud sembah Aing buat mesin pembunuh kemonotonan hidup para pekerja, Anti Birokrasi lah…..Geloo sugan!

sonirajatega - 23 September 2012

:mrgreen:
nah ini salah satu tersangkanya muncul…
hajar terus jalanan berader \m/

2. Anonim - 2 Oktober 2012

okweylah brader…..hahahaha

sonirajatega - 4 Oktober 2012

ini pasti aki-aki from cianjur:mrgreen:


Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: